Berikut biografi lengkap Syekh Bahauddin Naqsyabandi
💎1. Identitas
Singkat
Nama lengkap:
Muhammad bin Muhammad Baha’uddin al-Bukhari
an-Naqsyaband
Lahir: 718 H / ±1318 M
Wafat: 791 H / 1389 M
Asal: Qasr al-‘Arifan (Bukhara, Uzbekistan)
Makam: Bukhara (hingga kini menjadi pusat ziarah)
Beliau dikenal sebagai pendiri resmi Thoriqat
Naqsyabandiyah, salah satu Thoriqat yang terbesar di dunia Islam.
💎2. Masa Kecil
dan Latar Keluarga.
Syekh Bahauddin lahir dari keluarga yang saleh dan
sederhana. Sejak kecil beliau sudah:
Mencintai ibadah, Menyukai kesendirian
Gemar duduk bersama para ulama dan ahli zuhud.
Kakeknya adalah murid dari Syekh Muhammad Baba
Sammasi, seorang wali besar di Bukhara. Bahkan sebelum lahir, Baba Sammasi
sudah berkata: "Anak ini kelak akan menjadi cahaya besar bagi umat.”
Sejak kecil beliau berada dalam lingkaran spiritual
para wali.
💎3. Perjalanan
Spiritual (Suluk dan Riyadhah)
🌹a. GURU GURU
BELIAU
Syekh Bahauddin tidak berguru pada satu orang saja,
tetapi melalui jalur emas (silsilah ruhani):
Baba Sammasi
Sayyid Amir Kulal
Jalur ruhani hingga:
Imam Ja’far Shadiq
Salman al-Farisi
Abu Bakar Ash-Shiddiq
Rasulullah ﷺ
Berbeda dengan kebanyakan Thoriqat lain, Thoriqat
Naqsyabandiyah bersambung ke Nabi lewat Sayyidina Abu Bakar Siddik , bukan
kepada Ali bin Abi Thalib.
🌹b. SULUK YANG
UNIK
Syekh Bahauddin tidak hidup mengasingkan diri di
gunung atau gua. Beliau justru: hidup seperti layaknya manusia biasa yang
menjalani kehidupan ini seperti Bertani, Berdagang,Bergaul dengan masyarakat,
Menjadi peternak dan pengrajin.
Namun hatinya selalu bersama Allah.
Inilah ciri khas Thoriqat Naqsyabandiyah: yang dikenal
dengan :
“Khalwat
dar anjuman”
Menyendiri di tengah keramaian.
🌹c. MUJAHADAH
BATHIN
Beliau menempuh:
Dzikir ribuan kali per hari
Menjaga nafas (hush dar dam)
Murāqabah terus-menerus
Membersihkan hati dari: Riya, Ujub, Takabbur,
Cinta dunia, Sampai akhirnya mencapai maqam fana’ fi
Allah lalu baqa’ billah.
💎4. AJARAN
POKOK THORIQAT NAQSYABANDIYAH
Syekh Bahauddin merumuskan 11 prinsip inti (Ushul
al-Naqsyabandiyah):
👉A. Delapan
prinsip klasik ajaran pokok
- Hush dar dam – Sadar pada setiap nafas
- Nazar bar qadam – Menjaga pandangan lahir dan batin.
- Safar dar wathan – Hijrah dari sifat buruk ke sifat
ilahi.
- Khalwat dar anjuman – Hati bersama Allah di tengah
manusia.
- Yad kard – Dzikir terus-menerus
- Baz gasht – Mengembalikan hati hanya kepada Allah.
- Nigah dasht – Menjaga lintasan hati
- Yad dasht – Hadir di hadapan Allah tanpa lalai.
👉B. Tambahan
dari Syekh Bahauddin:
( Wuquf zamani ) ➡️ Evaluasi waktu (apakah dekat atau jauh dari Allah)
💎5. CIRI KHAS
AJARAN SYEKH BAHAUDDIN
1. Dzikir sirr (tanpa suara)
Berbeda dengan banyak Thoriqat lain, Naqsyabandiyah:
Berdzikir diam dalam hati ( qolbu ), bukan zikir
jahar.
2. Syariat dulu, baru hakikat
Beliau sangat tegas:
“Siapa
yang meninggalkan syariat, jangan harap sampai hakikat.”
Thoriqat Naqsyabandiyah adalah Thoriqat yang paling
ketat dalam menjaga hukum fiqh.
3. Tidak mencari karamah
Beliau berkata:
“Karamah
terbesar adalah istiqamah.”
💎 6. AHLAK DAN
KEPRIBADIAN
Syekh Bahauddin dikenal:
Seorang yang sangat rendah hati, Tidak suka dipuji
,Menyembunyikan maqamnya
Tidak menonjolkan diri, Hidup sederhana
Bahkan banyak murid tidak tahu bahwa gurunya adalah
wali besar.
💎7. AKHIR HIDUP
DAN WARISAN
Beliau syekh Bahauddin Naqsyabandi wafat pada tahun
791 H / 1389 M di Bukhara.
Namun warisan beliau luar biasa:
Thoriqat Naqsyabandiyah menyebar ke:
Asia Tengah ,Turki, Persia, india
(Indonesia dan , Malaysia)
Hingga Eropa dan Amerika.
Di Indonesia, Thoriqat Naqsyabandiyah ini menjadi
salah satu jalur utama tasawuf Sunni yang sangat banyak di ikuti.
💎8. Inti Hikmah
Ajaran Syekh Bahauddin
Jika diringkas, pesan beliau adalah:
“Jadilah
hamba yang hidup di dunia,
tapi hatinya tinggal di hadirat Allah.”
Bukan lari dari dunia, tapi menundukkan dunia dengan
cahaya tauhid.
Sebagai seorang guru ruhani, Syekh Bahauddin
mengajarkan bahwa:
Ma’rifat bukan lewat mimpi, bukan lewat karomah, Bukan
lewat klaim batin
Tetapi lewat: Dzikir yang istiqomah
👉Berikut
silsilah resmi (sanad emas) Thoriqat Naqsyabandiyah melalui jalur Syekh
Bahauddin Naqsyaband yang paling masyhur dan diterima oleh para ulama tasawuf.
Inilah keistimewaan Thoriqat Naqsyabandiyah:
bersambung ke Rasulullah ﷺ melalui
Sayyidina Abu Bakar, bukan Sayyidina Ali.
Dari Rasulullah ﷺ sampai
Syekh Bahauddin:
1 Rasulullah ﷺ
2 Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه
3 Salman al-Farisi رضي الله عنه
4 Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar Ra
5 Imam Ja’far ash-Shadiq qs
6 Abu yazid al-Bustami qs
7 Abul Hasan al-Kharqani qs
8 Abu Ali al-Farmadi qs
9 syekh Yusuf al-Hamadani qs
10 syekh Abdul Khaliq al-Ghujdawani qs
11 Syekh Arif ar-Riyukuri qs
12 Syekh Mahmud Anjir Faghnawi qs
13 Syekh Ali ar-Ramitani qs (Azizan)
14 Syekh Muhammad Baba Sammasi qs
15 Syekh Sayyid Amir Kulal qs
16 Muhammad Bahauddin an-Naqsyaband رضي الله عنه
Setelah Syekh Bahauddin (Penyebaran Dunia)
Dari beliau, silsilah menyebar ke banyak cabang besar,
di antaranya:
Jalur Khalidiyah (paling masyhur di Nusantara)
Syekh Khalid al-Baghdadi
Syekh Abdullah Afandi
Syekh Ismail Minangkabawi
Syekh Ahmad Khatib Sambas
Menyebar ke pesantren Indonesia
Jalur Mujaddidiyah (India – Turki)
Imam Rabbani Ahmad Sirhindi
Syekh Muhammad Ma’shum
Syekh Nur Muhammad al-Badwani
Makna Ruhani Silsilah Ini
Dalam tasawuf, silsilah bukan sekadar nama, tapi:
Rantai cahaya (silsilah nur)
dari hati ke hati, dari ruh ke ruh
dari Nabi ﷺ sampai
murid hari ini.
Karena itu para masyayikh berkata:
“Siapa
yang tidak punya sanad,
maka ia tidak punya jalan.”
Keistimewaan Jalur Abu Bakar
Kenapa lewat Abu Bakar...?
Karena Abu Bakar menerima rahasia dzikir sirr langsung
dari Nabi ﷺ di dalam gua Tsur.
Itulah sebabnya:
Naqsyabandiyah memakai dzikir khafi (dalam hati)
Bukan dzikir jahr (keras)
Ringkasan Hikmah Silsilah Naqsyabandiyah
Naqsyabandiyah adalah Thoriqat
Sunni murni, Berbasis syariat kuat,Dzikir batin
- Fokus kepada tazkiyatun nafs
- Tidak mabuk ekstase
- Tidak mencari karomah
- Tapi mencari istiqamah dan hudhur qalb.
Kalimat para masyayikh Naqsyabandiyah:
“Tarekat
kami adalah tarekat sadar,
bukan tarekat terbang.”
Artinya: orang Naqsyabandiyah hidup normal, bekerja,
berkeluarga,namun hatinya selalu bersama Allah.
Silsilah ini sangat penting untuk ditanamkan kepada
murid agar mereka paham:
bahwa jalan ma’rifat bukan jalan bebas,
tetapi jalan warisan Nabi ﷺ melalui
para wali.
- Akhlak yang bersih
- Hati yang fana dari ego
Itulah sebabnya Naqsyabandiyah disebut:
Thoriqat kaum sadar, bukan kaum mabuk.
Thoriqat orang hadir, bukan orang lari dari dunia.

0 Komentar