Bid'ah Malam Hari Raya

Syaikhina Maimoen Zubair dalam berbagai kesempatan memberikan nasehat, bahwa Senakal-nakalnya santri jangan sampai tidak menghidupkan dua malam hari raya (‘idul Fithri dan ‘idul Adha) agar hati tidak mati pada saat hati banyak yang mati

" Sak makendut-makendute santri ojo
  nganti ora ngurip-urip malem riyoyo loro,
  paling gak sholat sunnah ba’diyah isya’
  rong roka’at, ditambah sholat witir sak
  Roka’at, supoyo atine ora mati ing dalem
  Dino akeh ati podo mati.."

Nasehat tersebut sangat beliau tekankan sebagaimana penekanan dari guru beliau yakni KH. Abdul Karim Lirboyo yang mana nasehat tersebut sebagaimana dalam sebuah hadist

من أحيا ليلتي العيد لم يمت قلبه يوم تموت القلوب

Meskipun hadits tersebut menurut kebanyakan ulama seperti imam Nawawi dalam kitabnya al-Adzkar adalah hadits yang statusnya dhoif, namun tetap diperbolehkan bahkan dianjurkan untuk beramal dengannya pada perkara-perkara tertentu. Hadits dlaif tidak boleh digunakan dalam perkara al-ahkam (hukum-hukum) seperti halal haram, jual beli, nikah, thalaq dan seumpamanya

اعلم أنه يُستحبّ إحياء ليلتي العيدين بذكر اللّه تعالى والصلاة وغيرهما من الطاعات للحديث الوارد في ذلك: “مَنْ أَحْيا لَيْلَتي العِيدِ لَمْ يَمُتْ قَلْبُهُ يَوْمَ تَمُوتُ القُلُوبُ” ورُوي “مَنْ قَامَ لَيْلَتي العِيدَيْنِ لِلَّهِ مُحْتَسِباً لَمْ يَمُتْ قَلْبُهُ حينَ تَمُوتُ القُلُوبُ” هكذا جاء في رواية الشافعي وابن ماجه ، وهو حديث ضعيف رويناه من رواية أبي أمامة مرفوعاً وموقوفاً، وكلاهما ضعيف، لكن أحاديث الفضائل يُتسامح فيها كما قدّمناه في أوّل الكتاب

Meski begitu, umat Islam juga perlu hati-hati agar kebaika malam hari raya tidak rusak oleh perbuatan-perbuatan yang dilarang. Sebab sebuah hal yang tujuannya benar maka akan berpahala. Namun jika tujuannya tidak benar atau caranya salah, maka tidak mendapatkan pahala, bahkan berdosa jika dalam perayaannya terdapat hal-hal yang diharamkan, diantara kemungkaran kemungkaran yang ada di malam hari raya antara lain adalah:

1. Menggunakan Alat Musik yang haram

Tidak seharusnya menggunakan alat musik yang diharamkan dalam perayaan malam raya, Meski nyanyian atau lagu-lagu yang dibacakan pada acara tersebut adalah takbir, tetap saja hukum menggunakan alat musik yang diharamkan itu hukumnya tidak boleh

2. Campur Baur Laki-laki dan Perempuan

Termasuk juga hal-hal yang diharamkan dalam menghidupkan malam hari raya adalah campur-baur antara laki-laki dan perempuan yang bisa menimbulkan fitnah (keinginan atau hasrat tinggi untuk melakukan zina dan hal-hal lain yang berhubungan dengannya, seperti mencium dan bermesra-mesraan dengan orang yang tidak halal). Kebaikan yang didalamnya terdapat hal-hal seperti ini tidak diperbolehkan dan bahkan haram untuk menghadirinya. Pasalnya, pada hakikatnya perayaan tersebut merusak kemuliaan malam hari raya itu sendiri, sebagaimana dijelaskan oleh Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy'ari dalam Tanbihatul wajibat

فَاعْلَمْ أَنَّ عَمَلَ الْمَوْلِدِ اِذَا أَدَّى اِلىَ مَعْصِيَةٍ رَاجِحَةٍ مِثْلَ الْمُنْكَرَاتِ وَجَبَ تَرْكُهُ وَحَرُمَ فِعْلُهُ

3. Tabdzir

Diantaranya kemungkaran lagi dalam menghidupkan malam hari raya adalah dengan membelanjakan harta dengan tidak semestinya membelanjakan harta untuk membeli minuman keras untuk mabuk-mabukan, menyewa orkes dangdut, membuat patung, menyewa sound horeg dan hal lain yang tidak mencerminkan nilai-nilai Islam. Hal tersebut jelas masuk dalam kaidah fikih، bahwa membantu kemaksiatan hukumnya adalah maksiat

الإعانة على المعصية معصية

Selain itu, masih banyak lagi kemungkaran kemungkaran menyaksikan penampilan penampilan saat ini ketika wanita tampil di panggung dengan segala lantunan lagu dan lenggak-lenggok badannya dan disaksikan para hadirin, pawai yang menimbulkan kemacetan, kegaduhan bahkan tidak jarang sering kali menimbulkan kerusakan, begitu juga dengan keluarnya perempuan dalam keadaan memakai wewangian atau berhias walaupun tertutup dan mendapat izin suaminya, sebagaimana dijelaskan Syaikh Salim Babashil dalam kitabnya is'adur rafiq 

(و) منها (خروج المرأة) من بيتها (متعطرة أو متزينة ولو) كانت (مستورة و) كان خروجها (بإذن زوجها إذا كانت تمر) في طريقها (على رجال أجانب) عنها لقوله عليه الصلاة والسلام: أيما امرأة استعطرت فمرت على قوم ليجدوا ريحها فهي زانية وكل عين زانية

Tentu Wajib bagi orang yang berilmu memperingatkan tentang kemungkaran kemungkaran yang ada tersebut. Sebab kalau orang yang berilmu diam, orang awam akan menganggap itu dibolehkan

Wallahu Ta'ala a'lam

0 Komentar